Sejarah Singkat ‘SETIA HATI’
TAHUN 1903
tepatnya Jumat Legi 10 April 1903 Ki Ngabehi Surodiwiryo mendirikan Sedulur Tunggal Kecer dengan pencak silatnya yang dinamai Joyo Gendilo Cipto Mulyo di tempat tinggalnya Tambak Gringsing dengan maksud untuk mendidik para pemuda agar memiliki bekal pencak silat untuk mengenal jati diri serta sebagai benteng membela kebenaran, dalam wujud Persaudaraan dan diikat melalui sumpah dan kecer, namun dalam perkembanganya Sedulur Tunggal Kecer dengan pencaknya Joyo Gendilo Cipto Mulyo dominan dipelajari oleh kaum ningrat saja.
TAHUN 1917
29 Oktober Senin Pahing Ki Ngabehi Surodiwiryo mulai mempunya banyak murid diantaranya adalah siswa dan pegawai Sekolah Pamongpraja Pribumi OSVIA dan MILO di Madiun maupun dari Luar Madiun seperti Surabaya, Malang, Kediri, Solo, Yogyakarta dan Semarang, disaat inilah Sedulur Tunggal Kecer dengan pencaknya Joyo Gendilo Cipto Mulyo yang mulai berkembang pesat namanya dirubah menjadi Setia Hati dengan maksud lebih menyesuaikan makna dan tujuan pelajaran Pencak Silat dan Kebatinan dari Ki Ngabehi Surodiwiryo.
TAHUN 1922
Ki Hadjar Hardjo Oetomo mempunyai perbedaan pendapat dengan Eyang Suro, beliau berpendapat Pencak Silat adalah alat yang dapat digunakan oleh para pemuda untuk perjuangan melawan penjajah dan tidak hanya dikususkan dipelajari kaum ningrat saja, ditahun inilah tercatat Ki Hadjar Hardjo Oetomo mulai bergerilya melatih para pemuda dari tempat tinggal beliau di Pilangbango Madiun hingga mempunyai murid di berbagai Kota seperti Kediri, Nganjuk dan Ngawi kelompok latihan tersebut diberi nama Setia Hati Pencak Sport Club yang kemudian berubah menjadi Pemuda Sport Club (SH PSC) atau SH Muda.
TAHUN 1927
tepatnya 27 Agustus 1927 hari Sabtu Legi Saudara Imam Suja’i asal Lumajang, Jawa Timur membentuk organisasi Pencak Silat “Pencak Organisasi” dengan alasan yaitu perbedaan pendapat dengan saudara saudara SH lainya dikarenakan pada waktu itu Ki Ngabehi Surodiwiryo juga menerima murid orang orang Belanda, sedangkan Imam Suja’i berpendapat agar pencak silat hanya diajarkan kepada pribumi saja dan tidak boleh diajarkan kepada penjajah. Pencak Organisasi atau juga dikenal dengan “Persaudaraan Oetama” berafiliasi dengan Partai Syarikat Islam Indonesia dan secara aktif memberikan pelatihan Pencak Silat kepada Anggota Pramuka untuk bekal melawan penjajah.
TAHUN 1932
tepatnya Minggu Legi 22 Mei 1932
di Semarang, Jawa Tengah Ki Munandar Harjowiyoto membentuk Setia Hati
Organisasi (SHO) beliau memandang saudara Setia Hati yang telah membentuk
kelompok dan perkumpulan masing masing ataupun yang sama sekali tidak berkelompok
perlu digabungkan dalam satu wadah atau organisasi yang kuat. Ki Munandar juga
memandang jika Setia Hati adalah ajaran yang baik maka perlu di sebarluaskan
tanpa terikat berbagai golongan dan dapat juga menjadi sarana utama untuk
meraih kemerdekaan, maka dibentuklah Setia Hati Organisasi.
TAHUN 1935
1 Mei Persaudaraan Setia Hati yang dipimpin Ki Ngabehi Surodiwiryo mengeluarkan keputusan bahwa Setia Hati yang ada di Winongo, Madiun sudah tidak memiliki hubungan dengan Perkumpulan lainya yang memakai nama Setia Hati, disana disebutkan perkumpulan tersebut adalag Setia Hati Organisasi dan Setia Hati Muda.
TAHUN 1944
Jumat Legi 10 Nopember Ki Ngabehi Surodiwiryo wafat dan mewakafkan rumah beliau untuk kepentingan Persaudaraan Setia Hati, yang kini dikenal sebagai Panti Setia Hati di Jl. Gajah Mada No. 21 Winongo, Madiun.
TAHUN 1947
Tiga tahun setelah Ki Ngabehi Surodiwiryo wafat saudara saudara SH baru berani mengambil keputusan mengenai siapa pengganti yang memimpin Setia Hati maka terpilihlah R.MT.R Koesnendar (Bupati Madiun) sebagai juru kecer pertama pengganti Ki Ngabehi Surodiwiryo.
TAHUN 1948
Aryo Martosiam mendirikan Cepaka Putih yang kini bernama Langen Putro Utomo di Ambarawa, Jawa Tengah. Aryo Martosiam merupakan murid Ki Ngabehi Surodiwiryo yang ikut berjuang melawan penjajah Belanda hingga tertangkap dan dipenjara ke Boven Digul, Papua, setelah beliau bebas pada tahun 1938 beliau mulai merintis Cepaka Putih, Aryo Martosiam sebelumnya juga tercatat bergabung ke SHO pimpinan Munandar Harjowiyoto.
TAHUN 1951
Minggu Pahing 25 Maret di Jl. Dr. Soetomo No. 76 Madiun, Jawa Timur Murid murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo mengadakan kongres untuk melestarikan ajaran SH PSC dimana kala itu Ki Hadjar Hardjo Oetomo sudah sepuh dan sakit parah sehingga sudah tidak mampu memberikan pelajaran pencak silat secara langsung, pada tahun ini dibuatlah keputusan merubah Setia Hati Pemuda Sport Club yang semula bertumpu pada bentuk Perguruan menjadi berbentuk Organisasi persaudaraan dengan nama Setia Hati Terate.
TAHUN 1952
Kardjoko Prasetyo dan Hadi Wir mendirikan Setia Hati Kamboja di Madiun, mereka merupakan murid kelompok usia anak – anak Ki Ngabehi Surodiwiryo.
TAHUN 1953
29 Agustus Dimasa kepemimpinan Kolonel Singgih Setia Hati di Desa Winongo mendaftrarkan dan mendapatkan izin dari pemerintah sebagai Paguyuban Pencak Silat.
TAHUN 1965
Jumat Kliwon 15 Oktober R. Djimat Hendro Suwarno murid SH dari Hadi Subroto. Beliau mendapat mandat dari Menhankam untuk ikut membantu pemerintah dalam mengkoordinir para pemuda paska tragedi pembantaian PKI, beliau membentuk wadah guna melestarikan ilmu Setia Hati yang menurut beliau sedang mengalami penurunan sehingga dapat dipelajari secara luas maka beliau membuat wadah Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda.
TAHUN 1968
28 Juli Moh. Hadimulyo, Bsc, Dr. Moh. Joko Waspodo, dr. Rachmadi Joko mendirikan KPS Nusantara, KPS Nusantara berawal dari Study Group Pencak Silat Nusantara yang dibentuk untuk mengadakan penelitian, pengkajian dan studi banding melalui studi group yang bertujuan untuk mencari upaya agar pencak silat berkembang dalam hal prestasi, mereka bertiga merupakan murid tokoh besar Persaudaraan Setia Hati Mariyun Sudirohadiprojo.
TAHUN 1972
22 Mei Kongres SHO ke-13 diputuskan Setia Hati Organisasi berubah nama menjadi Persaudaraan Setia Hati dengan membuang huruf O dan hanya menjadi Persaudaraan Setia Hati saja untuk membuang garis pemisah antara SH dengan rumpun SH lainya yang mulai menggabungkan diri dalam Organisasi Persaudaraan Setia Hati.
TAHUN 1974
Sutomo Mangkujoyo dari SH Terate menyerahkan jabatan Ketua Umum kepada golongan muda yaitu R.M Imam Kussupangat yang di era beliau lah Persaudaraan Setia Hati Terate mulai berkembang pesat di Seluruh Penjuru Nusantara.
TAHUN 1988
Hasan Joyoadi Suwarno murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo di jaman SH PSC mulai melakukan unifikasi ke Persaudaraan Setia Hati pimpinan sahabat beliau Munandar Harjowiyoto.
TAHUN 1990
Setia Hati Rembulan (Remaja Bulungan Jakarta) yang merupakan pimpinan Oyong mulai merapat dan juga berintegrasi ke Persaudaraan Setia Hati, sehingga yang awalnya sebelum dikecer memakai lambang SH Rembulan kini semua sudah diganti dengan lambang Persaudaraan Setia Hati.
TAHUN 2005
atas alasan lebih mengedepankan pembinaan prestasi dan perbedaan prinsip Organisasi, kadhang SH Rembulan yang dulunya melakukan integrasi ke Persaudaraan Setia Hati melakukan musyawarah dan memutuskan berpisah kembali dan membentuk Persaudaraan Setia Hati Organisasi.
TAHUN 2013
23 Juni di Surakarta karena perbedaan kultural serta ajaran yang tajam ditubuh Persaudaraan Setia Hati, Mohammad Ngemron membuat wadah baru yang bernama Persaudaraan Rumpun Setia Hati untuk menampung Ex – khadang SH PSC yang sebelumnya di Unifikasi kan oleh Hasan Joyoadi Suwarno dalam Persaudaraan Setia Hati.
TAHUN 2013
7 Juli Karanganyar di Tahun yang sama mulai terjadi konflik di tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate dengan dikeluarkanya sangsi organisasi ke beberapa kadhang PSHT. Bambang Dwi Tunggal mengumpulkan Kadhang lainya agar tetap bisa melestarikan ajaran dan Jurus dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang dikenal sebagai Jurus Kawak, maka dibuatlah wadah baru yang bernama Persaudaraan Setia Hati Pilangbango.
TAHUN 2016
berlangsung 3 hari 9 – 11 Maret di
Pondok Gede Jakarta Persaudaraan Setia Hati Terate mengadakan Parapatan Luhur
dengan tujuan memperjelas status organisasi, serta mengumpulkan kembali seluruh
saudara Persudaraan Setia Hati Terate, Parluh 2016 ditutup dengan Hasil Dr, Ir
Muhammad Taufiq, SH, M.Sc terpilih sebagai Ketua Umum.
TAHUN 2017
Konflik di Internal Persaudaraan
Setia Hati Terate semakin meruncing , dengan di buatnya pengurus tandingan yang
tidak puas dengan kepengurusan PSHT hasil Parluh 2016 sehingga munculah
Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM).
Meskipun telah berbeda wadah dan
organisasi masing masing, semoga saudara Setia Hati tetap guyub dan rukun untuk
memperkuat persatuan nusa dan bangsa.
(ikrar, rizki)
sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya manusia itu, tidak akan mampu melebihi takdir Tuhan Yang Maha Esa.

%20-%20Koleksilogo.com.jpg)

Komentar
Posting Komentar